catatan aku

Senin, 08 Maret 2010

KODOK NGERO©K

Pagi itu entah kenapa saya ingin sekali menggunakan pakaian layaknya wanita feminine, saya tarik kemeja putih bergaris vertical dengan kombinasi kerutan didada dari dalam lemari, lalu saya ambil sesuatu yang berwarna hitam, yah itu adalah rok, rok panjang berwarna hitam yang pernah saya kenakan pada waktu propesa di kampus pada waktu pertama kali perkenalan mahasiswa baru di kampus dan rok itu pula yang saya kenakan setiap hari senin sewaktu saya magang di kantor pajak. Sekarang saya sudah bekerja dan rok itu akan saya kenakan lagi hari ini sebenarnya bukan tanpa alasan selain entah kenapa ingin tampil beda tetapi juga karena stok celana jeans saya sudah habis alias belum di cuci maklum sibuk kerja atau memang saya ini pemalas yah?! Hehehe…
Setelah beberapa menit bersolek akhirnya selesai juga, hari itu saya mengenakan kemeja putih bergaris, rok hitam dan jilbab hitam, yah jilbab hitam karena sejak duduk di kelas 2 SMU saya bertekad untuk berhijab walaupun sampai saat ini saya belum menjadi seorang muslim yang sempurna tetapi saya belajar untuk menjadi yang terbaik di hadapan Sang Pencipta dan pemberi kehidupan. Lalu saya pun mengetik sebuah pesan di ponselku “ Sudah rapih, siap di jemput..:)” lalu saya masukan nomor ponsel tujuan 021975xxxxx nomor ponsel sengaja saya tulis begitu supaya kalian gak simpan nomor itu ponsel nanti kalian telpon-telpon itu nomor lagi, yang ada saya kalah pamor sama yang punya itu nomor ponsel hehehe….send message itu yang tertulis diponsel karena ponselku menggunakan bahasa inggris kalo menggunakan bahasa kita artinya pesan terkirim lalu terdengar lagu RAN itu artinya ada sms masuk “ aku sudah di depan “ itu sms dari om jin hehehe.. pasti pada bingung kok makhluk halus bisa ngirim sms? Xixi.. dia itu bukan makhluk halus tapi makhluk kasar alias manusia juga seperti kita, aku panggil begitu karena aku mau, aku panggil dia om jin orang yang beberapa minggu terakhir ini selalu menemaniku ke kantor setiap pagi bahkan setiap sore juga kalo pulang kantor artinya dia itu ojek aku, ups maaf om jin, yang benar dia itu om jin tersayangku yang kebetulan kantor kami satu arah.

“ Ma…Pa…Lia jalan… Assalamualaikum..” teriak saya dari luar sambil bergegas dengan tas ransel di pundak yang lumayan berat, jalan menuju depan, jalan raya depan tempat biasa saya menunggu om jin dan sebalik nya dengan langkah cepat malah sedikit berlari akhirnya sampai juga di depan saya tidak sadar kalo sedang menggunakan rok hari itu, yang seharusnya saya bersikap seperti wanita feminine lainnya dengan berjalan agak perlahan. Saya tepuk punggungnya, punggung om jin sehingga dia terkejut dan sedikit melompat tapi bukan melompat-lompat main tali ataupun lompat-lompat seperti monyet karena saya tau dia bukan monyet tetapi manusia yang di ciptakan Tuhan buat antar jemput aku kerja eh salah buat jadi orang yang saya sayang dan sayang saya. Dilihatnya saya dari ujung kepala sampai ujung kaki, mulai terlihat garis lebar melengkung ke atas dari wajahnya yah dia tersenyum, tersenyum melihat saya menggunakan rok pagi itu “kodok, pake rok? Bisa duduknya gak?” kodok? Siapa kodok?Kodok yang dimaksud bukan sejenis amphibi, hewan yang berwarna hijau tua tetapi kodok itu saya, dia panggil saya kodok katanya mata saya besar seperti kodok dan saya selalu senang tiap kali hujan turun makanya dia panggil saya begitu. Sepertinya dia sedikit meragukan saya dapat naik motor dengan kostum seperti ini, itu terlihat dari raut wajahnya dan pertanyaannya tadi.”Hmm…udah mana sini helmnya” sebelum naik saya bertanya dulu.
“enak duduk nyemplak apa miring nih?”
“terserah kodok enaknya gimana”
“kalo nyemplak kakinya kemana-mana” maksudnya aurat saya akan terlihat
“ya udah miring ajah”
“kalo miring nanti jatuh”
“ ya udah terserah kamu lah..”
“ ya udah miring ajah”
“ yee..dasar KODOK!”

Saya naik motor, naik motor duduk miring yah seperti wanita-wanita itu. Sepanjang jalan saya tidak bisa diam.tidak perlu di ceritakan kejadian dijalan sewaktu om jin sedikit meledek dan saya teriak panik karena takut jatuh. Akhirnya sampai juga di kantor, diturunkannya saya di depan kantor, diturunkan bukan seperti anak kecil di gendong lalu di turunkan tetapi berhenti di depan kantor lalu saya turun sendiri, saat itu saya memang harus turun karena saya harus menjalankan tugas sebagai karyawan yang teladan (telat dandan xixixi..).
Saya masuk kedalam kantor, kantor tempat saya bekerja, kantor milik seorang jamaah, jamaah disini bukan aliran atau organisasi tapi maksudnya warga keturunan Arab, yah bos saya seorang warga yang masih memiliki darah keturunan Arab walapun dia lahir di Pamekasan Madura. Seperti biasa sebelum masuk kedalam ruangan kerja saya selalu ke belakang alias ke dapur untuk mengambil minum karena saat itu kami belum memiliki office boy jadi semua keperluan perut atau yang bias disebut konsumsi saya selalu melakukannya sendiri daripada saya kelaparan. Saya buat teh manis, saya bawa ke ruangan kerja. Ruangan kerja saya besar, isinya Cuma saya, komputer dan peralatan kerja lainnya, ruangan yang berukuran 3x4 meter itu di berikan warna kuning sehingga ruangan ini menjadi sangat cerah secerah hati para pekerja ketika menerima gaji. Di ruangan ini kalau sudah tidak ada pekerjaan yang harus saya selesaikan biasanya saya tidur, dasar karyawan pemalas tapi sebenarnya tidak seperti itu, saya tidur hanya pada jam istirahat saja.

Pagi itu saya mulai menyalakan computer bersiap untuk mengerjakan laporan keuangan, memang itu adalah tugas saya sehari-hari karena memang harus dikerjakan sebagai seorang ibu keduitan atau lebih kerennya di sebut finance account, saya harus membuat laporan keuangan perusahaan setiap harinya yang nantinya pada akhir bulan akan di laporkan kepada atasan saya yang juga pemilik perusahaan ini.

Hari pekerjaan saya berjalan dengan mulus semua laporan sudah dikerjakan dengan baik atasan pun puas dengan pekerjaan saya, sudah mulai sore waktunya bersiap pulang tapi sebelumnya sms dulu lah, sms om jin supaya segera jemput saya pulang..

“Om jin dimana?” sms dikirim..
“sudah mau jalan.”balas smsnya
“hari ini jadikan ke Gading?” itu sms dari saya
“jadi, tunggu di halte asri yang ada temen kamu-nya yah aku jalan sekarang” balasnya lagi.
“ok..”

Saya pun menunggu nya di halte asri tempat biasa aku menunggunya setiap kali kami akan kelayapan hehe..di halte asri ada sesosok laki-laki dia biasa duduk di halte itu seperti penunggu halte hohoho..pria itu tampak seperti orang setengah sadar tapi sepertinya dia masih sadar karena kadang kala ketiak saya ataupun om jin menunggu salah satu dari kami dia mengajak kami berbincang.. dan saya berfikir bahwa dia masih sadar hanya dia tinggal di halte itu. (to be continued...)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar